Los Santos Medical Departement.

Official website of Los Santos Medical Departement
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Volunteer Handbook

Go down 
AuthorMessage
Preston Festorr

avatar

Jumlah posting : 13
Join date : 2013-03-21
Age : 35
Lokasi : Los Santos

PostSubject: Volunteer Handbook   Fri Mar 22, 2013 12:04 am

Dalam handbook ini akan dijelaskan setiap bagian yang harus dikuasai oleh tiap – tiap anggota Los Santos EMS. Handbook ini akan dibagi dalam bagian yang terdiri dari :
1. Formasi tim
2. Basic Life Support
3. RJP
4. Manajemen bleeding
5. Manajemen fraktur.
6. Manajemen korban luka bakar
7. Transportasi pasien

Formasi tim
Kunci utama dalam bekerja sebagai agen kegawatdaruratan adalah tim. Oleh karena itu, kerjasama tim sangatlah diperlukan dalam melakukan pekerjaan ini. Untuk kegiatan patroli, dalam satu mobil ambulance diharuskan terdapat dua personil di dalamnya ((kecuali cuma 1 yang online)). Satu orang bertindak sebagai driver dan yang lain adalah sebagai komunikator dengan dispatch. Sedangkan, saat menangani kasus, satu orang bertindak sebagai ketua dan yang lain bertindak sebagai eksekutor. Ketua diharuskan untuk bertindak dan membuat keputusan secara cepat dan tepat, karena pekerjaan sebagai EMT sangat bergantung pada waktu.

Basic Life Support
Basic life support adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada korban dengan keadaan yang mengancam nyawa sampai dilakukannya perawatan medis di rumah sakit. BLS ini dapat dilakukan baik dengan alat maupun tanpa alat. Di dalam BLS, kita akan mengenal dengan sebuah mekanisme pertolongan yang disingkat dengan

DR-ABC.
Danger :
Saat anda telah sampai di tempat kejadian, pertama-tama periksalah apakah keadaan sekitar anda telah aman untuk melakukan pertolongan, apakah pasien berada di tengah jalan, apakah terdapat medan yang berbahaya di lokasi kejadian, dan aspek-aspek lainnya yang mungkin bukan hanya membahayakan pasien, namun juga membahayakan diri penolong pula. Prioritaskan keselamatan anda sendiri sebelum menyelamatkan nyawa orang lain.
Response :
Pada tahap ini, kita selidiki apakah pasien dapat merespon kita atau tidak. Jika pasien dapat merespon maka tahapan selanjutnya dapat kita abaikan dan segera dirujuk ke rumah sakit. Untuk mengecek apakah pasien dapat merespon atau tidak kita dapat menyapa atau memanggilnya, “apakah bapak dapat mendengar saya?”. Cara lain adalah menggoyang-goyang tubuh pasien atau memberikan rasa nyeri di tubuh pasien yaitu
©Coke
dengan menekan bagian sternum (tengah dada), bagian bawah ibu jari, dan langit-langit mata pasien. Jika setelah kita lakukan cara diatas, pasien masih belum merespon dapat kita putuskan bahwa pasien tidak sadar.
Airway :
Setelah kita mendapatkan respon pasien negative, kita cek airway (jalan udara) pasien, kita cek apakah ada yang menghalangi udara masuk ke tubuh pasien atau tidak. Langkah pertama yaitu dengan chin-lift (jika solo), yaitu mendorong dagu pasien ke atas ataupun dengan jaw-thrust (jika tim), yang keduanya bertujuan untuk menaikkan lidah pasien agar tidak menghalangi jalan udara pasien (pada pasien tidak sadar, lidah akan turun sehingga jalur napas tertutup). Setelah itu kita cek apakah ada material-material yang menghalangi pernapasan pasien. Berdasarkan jenis penghalang (obstruksinya), teknik pembebasan airway dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Finger sweep, jika obstruksi berbentuk cair.
2. Cross finger, jika obstruksi berbentuk padat.
((caranya diskip aja, kepanjangan klo dibuat RP))
Breathing :
Setelah airway pasien positif, kita cek breathing pasien tersebut. Hal ini dapat kita lakukan dengan Look, listen, and feel (L2F). Look yaitu melihat gerakan dada pasien, listen yaitu mendengarkan suara napas pasien dan feel yaitu merasakan hembusan napas pasien. Jika pasien tidak bernapas, kita lakukan napas buatan. Napas buatan dapat kita lakukan mouth to mouth ataupun dengan instrument. Namun, jika instrument yang kita butuhkan, yaitu Bag Valve Mask, ada, maka prioritaskan menggunakan instrument tersebut.
Circulation :
Setelah Breathing pasien positif, kita cek sirkulasi pasien. Kita selidiki apakah ada denyut nadi, apakah jantung pasien berdetak. Jika kedua poin tersebut negative, maka kita asumsikan sirkulasi pasien negative. Untuk menyelidiki ini, kita cek nadi pasien di leher (arteri carotis), di pergelangan tangan (arteri radialis), atau di lengan atas (arteri brachialis). Untuk memperoleh hasil yang cepat, gunakan arteri carotis pasien. Namun jika diduga terdapat fraktur cervix, gunakan arteri lainnya. Jika circulation pasien negative, lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru).
Setelah A, B, dan C pasien positif, segera rujuk pasien ke rumah sakit.


RJP
RJP/CPR adalah prosedur pertolongan pertama yang merupakan gabungan antara pijat jantung dan napas buatan dan berfungsi untuk mengatasi henti napas dan henti jantung pada pasien. Prosedur ini dapat dilakukan jika tidak ditemukan denyut jantung dan napas pasien. Prosedur untuk melakukan RJP :
1. Posisikan korban dalam keadaan berbaring.
2. Posisikan tangan anda di sternum (tengah dada) korban.
3. Tekan ke bawah dada korban ke bawah sekitar 2-3cm hingga 30 kali.      
©Coke
4. Berikan napas buatan sebanyak dua kali.
5. Ulangi cara diatas hingga 5 siklus (30:2).
6. Jika masih belum positif, ulangi terus.
Anda dapat berhenti melakukan RJP, jika :
1. Pasien telah sadar.
2. Bantuan medis yang lain datang.
3. Pasien dinyatakan meninggal.



AED (Auto-External Defibrillator) adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menganalisa adanya keadaan jantung yang abnormal serta memberikan terapi shock untuk mengembalikan ritme jantung yang normal. Prosedur penggunaan AED ini, yaitu :
1. Posisikan pad AED di dada korban.
2. AED akan edngan otomatis menganalisa keadaan pasien, apakah pasien ‘shockable’.
3. Berikan satu kali shock pada korban (asystolic).
4. Jika tidak ada perubahan, dapat dipastikan pasien meninggal.
Asystolic = tidak ada denyut jantung.

Manajemen bleeding

Bleeding(pendarahan) adalah peristiwa keluarnya darah dari sistem vaskuler. Pendarahan yang tidak segera ditangani akan menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian. Untuk mengatasi pendarahan tersebut, terdapat beberapa tahap :
1. Tekan-Bebat
Jika terdapat pendarahan, segera tekan area pendarahan korban hingga berhenti. Gunakan ambulance dressing pad untuk menekan pendarahan lalu bebat dengan mengikatkan ambulance dressing tersebut. Jika darah masih tetap keluar, lapisi dengan ambulance dressing yang lain, hingga luka berhenti.
2.Elevasi
Setelah pendarah berhenti segera posisikan daerah yang terluka tersebut di atas jantung. Hal ini untuk menghindari keluarnya darah yang terus menerus.
Namun sebelumnya, jika terdapat kain/pakaian yang menghalangi, segera buang agar tidak menggangu proses penghentian.
Jika penyebab pendarahan adalah material luar, misal tertancap benda lancip. Jangan sesekali untuk mengambil/menariknya, karena akan memperparah luka pasien. Segera tutup dengan ambulance dressing dan rujuk ke rumah sakit.

Manajemen fraktur



Fraktur adalah diskontinuitas tulang atau keadaan tulang yang tidak tersambung. Ciri-ciri dari adanya fraktur diantaranya bengkak, rasa nyeri, krepitasi (derik tulang), deformitas (perubahan bentuk), terbatasnya area gerak, dan false movement. Alat yang digunakan untuk manajemen fraktur ini adalah traction splint. Untuk memberikan pertolongan pertama pada fraktur ini, ikuti tahap-tahap berikut :
1. Fiksasi dan imobilisasi bagian tubuh korban yang diduga terdapat fraktur.
2. Buang kain/pakaian yang menutupi daerah yang terkena fraktur.
3. Letakkan traction splint di bagian bawah daerah fraktur tersebut.
4. Kaitkan ketiga sabuk agar bagian tersebut dapat terfiksasi.
5. Korban siap dirujuk.
Setelah Korban sampai di Rumah Sakit:
Perawatan medis yang terampil terutama diperlukan dalam fraktur comminuted kompleks ketika retensi fragmen tulang pada posisi yang tepat sulit atau tidak mungkin tanpa perawatan khusus. Dalam pengobatan patah kedua metode konservatif dan operatif setiap 5-7 hari diadakan kontrol X-ray - mengevaluasi efektivitas pengurangan dan pemulihan.
Pengobatan fraktur dapat mencakup kegiatan-kegiatan berikut:
1. Anestesi dan analgesia
Nyeri - sinyal kerusakan, tapi setelah melebihi batas tertentu, menjadi berbahaya. Oleh karena itu, setiap trauma , termasuk patah tulang, untuk mengontrol intensitas nyeri.
Untuk fraktur nyeri yang efektif dapat dicapai dengan kombinasi obat hanya untuk umum dan anestesi lokal . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan: Anestesi umum lebih mudah untuk menerapkan, tapi lebih beracun dan kurang selektif, anestesi lokal pada fraktur memerlukan teknik halus eksekusi, terutama pada daerah yang sulit, seperti patah tulang belakang. Hal ini juga harus dicatat bahwa dukungan anestesi lokal lebih sulit dan memakan waktu daripada anestesi umum.
2. Teknik imobilisasi
Imobilisasi (fiksasi) - penggunaan plester gips (atau analog polimer) setelah tertutup reposisi atau tanpa reposisi jika fraktur tanpa perpindahan.
Dalam pembentukan perban melumpuhkan adalah langkah-langkah berikut:
  1. Persiapan perban plester atau analog mereka  - perban diresapi dengan plester atau analog resin diletakkan di sekitar langsung dari situs imobilisasi. Disiapkan air untuk membasahi berikutnya. Pra-dibasahi dengan perban plester, polimer dalam pembentukan splints .
  2. Pembentukan belat plester  - pada permukaan yang datar dan bersih, menyebarkan lapisan demi lapisan perban tertentu, panjang pra-diukur. Untuk bagian tubuh yang berbeda dari berbagai lapisan belat plester. Untuk lengan, bahu  - 5-6 lapisan untuk tungkai bawah  - 8-10 lapisan untuk hip  - 10-12 lapisan.
 3. Dressing  - setelah pengobatan lecet dengan cairan antiseptik untuk semua tonjolan tulang yang jatuh di bawah perban immobilisasi, potongan ditumpuk kapas atau tisu untuk mencegah terjadinya ulkus tekanan . Kemudian mengatur ekstremitas plester longetu atau polimer analog yang dilakukan perban melingkar. Dalam hal ini aturan berikut:
                       1. Tentu saja, kemungkinan berada di posisi fisiologis menguntungkan.
                       2. Perban harus mencakup dua sendi - salah satu dari distal dan satu proksimal ke                       situs fraktur.
                       3. Bint twist, dan dipangkas.
                       4. Bagian distal dari ekstremitas (jari) harus tetap terbuka.
Titik terakhir sangat penting. Setelah perban dapat mengembangkan pembengkakan jaringan lunak, dan ketika tanda-tanda edema di bagian distal anggota badan untuk memotong perban memanjang untuk mencegah perkembangan perubahan trofik.
Jika patah yang terjadi adalah patah tulang terbuka (open fracture), segera hentikan pendarahan, lalu segera fiksasi dan kembali ke tahapan di atas. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi infeksi lanjutan dari faktur tersebut.
Pada korban dengna dugaan fraktur cervix (leher) gunakan collar breeze.

Manajemen luka bakar

Luka bakar adalah kondisi luka (trauma) karena kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan oleh panas, listrik, bahan kimia, dll. Luka bakar harus segera ditangani agar tidak terjadi shock, yang akhirnya akan menyebabkan berhentinya kematian.
1. Segera padamkan api pada korban dan pindahkan ke tempat yang aman. Dapat menggunakan air untuk memadamkannya
2. Lakukan ABC.
3. Segera berikan cairan ringer laktat (infus) untuk mencegah terjadinya shock.
4. Tutup luka korban dengan kain bersih dan segera rujuk ke rumah sakit.
5. Berikan obat penahan rasa sakit jika perlu (aspirin, morfin (keadaan parah)).
6. Setelah anda sampai di Rumah Sakit, Lakukanlah yang ada di bawah ini:
    1. Infus terapi
Terapi Infus
Tempat yang penting dalam pengobatan korban luka bakar adalah terapi cairan. Korban kehilangan banyak cairan dan protein melalui permukaan luka bakar, yang berkontribusi pada keparahan kondisinya. Inisiasi awal terapi infus akan mengurangi kerugian tersebut dan mencegah lebih lanjut membakar shock. Indikasi untuk terapi cairan luka bakar dangkal mencakup lebih dari 10% dari permukaan tubuh, yang dalam - lebih dari 5%. Melakukan terapi yang memadai membutuhkan pengenalan koloid dan larutan kristaloid . Perbandingan solusi ini dihitung dengan berbagai formula. [24]
Terapi infus antishock di hadapan luka bakar listrik harus mencakup solusi 40% dari glukosa , rheologi, solusi untuk koreksi keseimbangan asam-basa (KHS) dan obat-obatan kardiovaskular mungkin diperlukan.
Ketika melakukan resusitasi cairan dari pasien luka bakar harus mengikuti aturan berikut:
      1. Aturan empat kateter.
          1. Kateter dalam vena sentral (1-2 atau vena perifer.)
          2. Kateter urin.
          3. Lambung (enteral) penyelidikan.
          4. Kateter dalam nasofaring untuk terapi oksigen (atau masker oksigen).
      2. Pengawasan konstan dari empat parameter hemodinamik utama.
          1. Tekanan darah (BP).
          2. Denyut jantung (HR).
          3. Tekanan vena sentral (CVP) - indikator tidak langsung dari tekanan di atrium kiri dan indikator      
             utama preload jantung.
          4. Jam diuresis .
Yang terbaik adalah pengenalan untuk 8:00 pertama hanya kristaloid.
Anda juga harus menjamin pemeliharaan keseimbangan asam-basa (AAR) dan pasokan yang cukup oksigen dan nutrisi ke dalam aliran darah dari korban. Untuk memastikan terapi anti-shock yang memadai membutuhkan pemahaman patogenesis negara di mana pasien, atau kepatuhan buta terhadap rekomendasi hanya dapat memperburuk kondisi yang sudah sulit korban. Pasien diperlukan untuk mendukung pelaksanaan nutrisi untuk mengkompensasi gangguan metabolisme dan mengisi energi yang dihasilkan dari tubuh melawan efek dari luka bakar.
    2. Prinsip-prinsip pengobatan lokal luka bakar
Ada dua cara utama pengobatan lokal luka bakar indoor dan outdoor. Metode ini tidak bertentangan satu sama lain dan sering digunakan secara berurutan atau bersamaan.
Telah diketahui bahwa mikroorganisme berkembang dalam lingkungan yang lembab, dan pembentukan kering keropeng atas luka memperburuk kondisi keberadaan mereka. Oleh karena itu, perawatan dilakukan di sebuah acara terbuka untuk memastikan pengeringan aktif keropeng . Hal ini diterapkan untuk zat luka bakar yang mampu mengentalkan protein. Juga menggunakan berbagai perangkat dan unit: pemanas inframerah, fans, dll, dengan memperlakukan dressing tertutup mencegah masuknya mikroorganisme pada luka dan memberikan aliran cairan dari luka. Formulasi diterapkan pada permukaan luka, dan sulit untuk menghilangkan pertumbuhan mikroba, meningkatkan regenerasi jaringan, untuk memberikan drainase yang lebih baik dari eksudat dan transudat . Tergantung pada tahap penyembuhan luka bakar dengan menggunakan berbagai formulasi dan jenis dressing.
Ada lima kelompok besar antibiotik yang digunakan dalam pengobatan topikal luka bakar:
      1. Oksidan larutan 3% hidrogen peroksida , kalium permanganat .
      2. Inhibitor sintesis dan pertukaran asam nukleat : Warna ( etakridina laktat , dioxidine , hinoksidin , dll), nitrofurans ( furatsilin , furagin , nitazol ).
      3. Obat yang mengganggu struktur dari membran sitoplasma : antiseptik kationik ( chlorhexidine , decamethoxin , dll), ionofor ( valinomisin , gramicidin , dll), perak nitrat , polimiksin .
      4. Antibiotik yang menghambat sintesis protein: kloramfenikol , eritromisin .
      5. Obat-obatan yang menyebabkan gangguan metabolisme asam folat : sulfonamid .
Tujuan dari obat ini memperlambat atau lengkap penghentian pertumbuhan flora bakteri di daerah luka bakar. Obat diterapkan secara langsung ke permukaan luka, atau mereka diresapi dressing dikenakan pada daerah yang rusak.  
    3. Penyembuhan luka bakar [ rujukan? ]
Dalam proses penyembuhan luka bakar adalah langkah-langkah berikut, yang tunduk pada prinsip-prinsip perlakuan yang berbeda:
          1. Pyo -nekrotik fase . Tingginya kadar kontaminasi bakteri, pembengkakan jaringan, kemerahan luka, oposisi aktif dari flora bakteri dan sistem kekebalan tubuh.
          2. Fase granulasi . Membersihkan luka massa nekrotik, reduksi dan hilangnya edema, penghambatan agresi bakteri.
          3. Fase epitelisasi . Regenerasi kulit atau pembentukan bekas luka , penyembuhan akhir luka.
Pada tahap pertama penyembuhan luka bakar berusaha untuk menekan primer mikroflora dan selanjutnya mencegah infeksi luka. Pada tahap kedua, adalah penting untuk memastikan pengalihan debit luka dari luka di tempat pertama ada higroskopik properti dari dressing. Pada fase ketiga harus memaksimalkan shchazhenie luka untuk mempromosikan regenerasi penuh.
Idealnya, dressing harus memiliki sifat sebagai berikut:
          1. menyediakan drainase luka eksudat dan mikroorganisme dari permukaan luka
          2. penghambatan patogen mikroorganisme
          3. efek anti-edema
          4. efek anti-inflamasi
          5. efek analgesik
          6. penciptaan kondisi untuk proses penyembuhan optimal
Tergantung pada fase penyembuhan berpakaian luka bakar harus memiliki sifat tertentu. Juga, selain perban, luka dapat ditumpangkan dressing luka khusus, seperti bahan sintetis, dan dari cangkok kulit manusia.
    4. Pembedahan
Semua intervensi bedah pada lesi luka bakar dibagi menjadi tiga kelompok:
       1. Operasi dekompresi (necrotomy). Tampil dengan luka bakar melingkar mendalam pada ekstremitas, batang, bisa mengarah pada pengembangan fasia edema.
       2. Debridement (eksisi rawa, termasuk amputasi). Diindikasikan untuk membersihkan luka dengan adanya nekrotik jaringan atau menghapus anggota badan daerah nekrotizirovanogo.
       3. Dermatoplastika ( dermepenthesis ). Menunjukkan adanya luka bakar derajat ketiga dan digunakan untuk mengkompensasi cacat kosmetik.  
Pertama dilakukan operasi dekompresi. Mereka mungkin pada tahap membakar shock. Tujuannya adalah untuk mengurangi keparahan syok dan mencegah perkembangan edema subfascial yang dapat menyebabkan akut iskemia saraf dan otot, yang pada gilirannya dapat memperburuk efek dari luka bakar.
Di masa depan, stabilisasi pasien, melakukan necrectomy. Karena jaringan yang mati merupakan sumber keracunan dan kerusakan produk yang keluar dari itu, memperburuk kondisi pasien, pengambilan jaringan mati harus dilakukan sejauh mungkin secepat mungkin, segera setelah kondisi pasien.
Setelah penghapusan jaringan mati diadakan dermepenthesis cacat. Tujuan dari operasi ini adalah untuk menghilangkan atau sebagian menghilangkan cacat bakar yang dihasilkan dari kerusakan dan necrotomy. Pengenaan berbagai cangkok kulit untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi keparahan cacat kosmetik yang dihasilkan dari luka bakar.
Pencangkokan kulit merupakan prasyarat untuk penyembuhan efektif luka bakar yang luas derajat 3-4. Jika cangkok kulit mungkin atau pelaksanaan waktunya nya adalah pembentukan jaringan parut bruto cacat: tempat kulit mati dan otot buruk dihiasi jaringan parut. Jika luka bakar luas atau berlokasi dekat sendi , deformasi bekas luka yang akan membuat tidak mungkin untuk memulihkan mobilitas normal daerah yang terkena.
    5. Anestesi dan analgesia
Anestesi - hilangnya kepekaan terhadap rasa sakit terutama pada penurunan jangka pendek dalam sensitivitas saraf intervensi farmakologis.
Prinsip-prinsip dasar anestesi - mudah untuk mencapai, dan menghapus pasien dari keadaan anestesi dan efek samping yang minimal. Tergantung pada keparahan kondisi dan kemungkinan rumah sakit berbagai jenis anestesi. Ada tiga jenis utama dari anestesi:
       1. Anestesi umum . Obat yang bekerja pada tingkat otak.
       2. Sebuah lumbal anestesi epidural . Obat yang bekerja pada tingkat sumsum tulang belakang.
       3. Anestesi lokal . Obat bekerja pada tingkat batang saraf regional.  
Penggunaan anestesi pada luka bakar rumit oleh faktor-faktor berikut:
       1. Kulit yang rusak dan selaput lendir di luka bakar merupakan sumber konstan impuls nyeri.
       2. Reaksi kombustiologicheskuyu dimanifestasikan oleh gangguan nyeri tajam sirkulasi darah, respirasi dan metabolisme.
       3. Mengurangi jumlah albumin dan protein lain dalam darah, yang mengarah ke penurunan pengikatan    pusat      bertindak analgesik dan obat lain dengan protein serum.
       4. Meningkatkan tingkat metabolisme bervariasi paruh obat untuk anestesi, farmakokinetik obat.
       5. Tubuh lemah dan kurus luka bakar terbakar, lesi gabungan, komplikasi penyakit luka bakar.
       6. Kehadiran luka bakar dengan pembengkakan selaput lendir dari saluran pernapasan sulit intubasi
       7. Dalam pengobatan pasien luka bakar dengan menggunakan sejumlah besar obat, kombinasi yang dapat mempengaruhi farmakokinetik obat untuk anestesi.
       8. Dan anestesi blok regional bakar sering tidak mungkin karena kerusakan atau infeksi pada kulit di tempat administrasi.
       9. Panggang atau perban dapat beroperasi dengan anestesi beberapa kali melalui interval waktu kecil.
Untuk anestesi membakar menggunakan obat berikut: halotan (Halotan, Fluothane, ketanest, Ketalar, ketaject), propofol (Diprivan), natrium thiopental (Pentothal), natrium hidroksibutirat (GHB somsanit).
Semua prinsip-prinsip dan persiapan harus digunakan hanya ahli anestesi dan dokter perawatan intensif dalam khusus luka bakar dan anestesi departemen.
Peningkatan kelangsungan hidup sebagian besar disebabkan oleh peningkatan obat bius dan peralatan
Transportasi pasien


Backboard
Stretcher
Terdapat 2 alat yang digunakan untuk transportasi pasien. Alat transportasi pasien yang digunakan adalah stretcher. Stretcher merupakan alat transportasi pasien yang biasanya dijalankan oleh dua orang. Satu orang di bagian kepala dan yang lain di bagian kaki. Stretcher memiliki kaki yang dapat diturunkan dan dinaikkan sehingga dapat mempermudah transportasi pasien. Alat transportasi lainnya adalah backboard. Backboard adalah papan panjang yang digunakan untuk mengimobilisasi pasien sehingga tidak terjadi gerakan tambahan saat pasien diangkut. Backboard biasanya digunakan untuk korban patah tulang.
[divbox=green]
[size=200]SKILL OVERVIEW[/size]
[/divbox]

Selagi kalian menunggu Paramedic aka LSMD dateng ke lokasi kalian untuk memulai perawatan terhadap korban/tersangka, kalian DIWAJIBKAN untuk memberikan pertolongan pertama kepada mereka dengan memakai tekhnik BLS (Basic Life Support).

[divbox=orange][size=150]1. Prosedur[/size][/divbox]

1.1 Awal

    - Sebelum memulai BLS ada baiknya jika kamu melihat sekitar, apakah kondisi kamu dan pasien sudah aman dan terkendali.- Periksa dimana dan apa luka yang di alami pasien.- Segera meminta bantuan LSMD lewat radio dep dan sebutkan lokasi, luka dan kondisi pasien.- Selalu pakai sarung tangan Nitrile. (Sarung tangan operasi dokter yang warna hijau, ada di dalem BLS kit)- Suruh orang-orang yang tidak berkepentingan untuk menjauh.


1.2 Skema DR CAB
Jika kamu sudah selesai dengan prosedur awal di atas, maka di lanjutkan dengan prosedur DR CAB (Danger, Response, Circulation, Airway, Breathing). Tekhnik ini digunakan untuk mengetahui jenis bagian-bagian tubuh yang vital seperti respon pasien, denyut jantung/nadi dan pernafasan.


    1.2.1 DangerSeperti yang sudah di cantumkan di atas, prosedur Danger adalah dimana kita harus mewaspadai lokasi sekitar dan memastikan situasinya sudah aman sebelum kamu melakukan BLS. Jika kerumunan orang berkumpul di sekitar area kamu, minta partner kamu untuk menyuruh mundur mereka dan sebagainya dan sebagainya.



    1.2.2 ResponsePeriksa apakah korban/pasien dapat merespon panggilan kamu, coba untuk memanggil namanya atau langsung saja "Pak/Ibu apakah anda bisa mendengarkan suara saya?". Jika tidak merespon coba untuk mencubit bagian ototnya seperti di bahu dan lengan.Berikut ini adalah level/tingkat kesadaran:


    A - Alert (Pasien dapat merespon baik suara maupun sentuhan)V - Verbal (Pasien hanya dapat merasakan rangsangan suara)P - Pain Stimuli (Pasien hanya dapat merasakan rangsangan sentuhan (cubitan otot))U - Unresponsive (Pasien sama sekali tidak dapat merasakan/mendengar apapun [Pingsan])



    1.2.3 CirculationTekhnik ini di gunakan untuk mengetahui detak jantung atau denyut nadi dari korban/pasien. Untuk mengetahui lokasi denyut nadi/jantung dari pasien, dapat di temukan di Radial Artery (Nadi pergelangan tangan) & Carotid Artery (Nadi di leher).Berikut jumlah normal detak jantung / denyut nadi per menit:- Bayi & Balita : 100-150 per menit- Dewasa : 60-100 per menit

Quote :
*Jack Stracci meletakkan jari telunjuk dan jari tengahnya ke carotid artery pasien, memeriksa denyut nadinya.
*Berapa denyut nadi per menit? (60-100 normal) ((Jack Stracci))

Sebelum masuk ke tekhnik 'Airway' & 'Breathing', di wajibkan untuk kamu melakukan tekhnik penanganan luka dahulu, baik itu luka tembak, tusuk, patah tulang, pendarahan dan luka lainnya.
(( karna di server tercinta kita ini yang paling rame adalah luka tembak dan tusuk, jadi gue bakal buat tekhnik Bleeding Management / D.E.A.T.H liat bawah ))


    1.2.3 AirwayDi bagian ini akan di jelaskan bagaimana cara menangani kerongkongan/tenggorokan yang tersumbat/terhalang oleh berbagai objek. eg: darah dan lain-lain. Sebenarnya cara ini di lakukan oleh Intermediate Paramedic yang udah ada ILS certified, tapi karna kita pakainya BLS ya udah pake cara simpel yaitu cukup sandarkan kepala pasien di tanah, buka mulut dan tekan kening pasien, buka mulutnya lalu periksa ke dalam apakah ada halangan (darah) atau tidak.

Quote :
*Jack Stracci meletakkan tangannya di dagu pasien, meletakkan lurus kepala pasien lalu membuka mulut pasien dan melihat ke dalam.
*Apakah ada halangan?(( Jack Stracci ))


    1.2.3 BreathingLihat, dengarkan dan rasakan bagaimana pasien bernafas. Apakah bernafas dengan wajar atau tidak. Pernafasan manusia yang normal adalah sekitar 12-18 kali per menit. Jika diluar batas normal tersebut contoh dibawah 10 atau di atas 14 kali per menit kalian harus pasangkan pasien dengan Simple Face Mask.

Quote :
*Jack Stracci mendekatkan telinganya ke atas mulut pasien sambil melihat ke arah dada pasien lalu mendengarkan suara pernafasan pasien.
*Berapa jumlah pernafasan pasien? (12-18 normal)

[divbox=orange][size=150]2. Bleeding[/size][/divbox]

Sangat di perlukan untuk kamu untuk menangani luka secepat mungkin sebelum masuk ke Airway dan Breathing. Jika luka tersebut adalah luka tembak dan luka senjata tajam maka kamu DI TIDAK PERBOLEHKAN UNTUK MENCABUT peluru/objek tajam yang tertancap di luka tersebut karna hanya akan membuat pendarahannya semakin parah.


    2.2.1 Direct Pressure- Ambil trauma dressing dari kotak BLS.- Pakai trauma scissor untuk merobek pakaian/kain/apapun yang menutup bagian luka.- Letakkan trauma dressing tepat di atas luka, dan beri tekanan hingga pendarahannya berhenti. (Ingat, jangan pernah mencabut objek/peluru di luka tersebut, pakai trauma dressing untuk menutup sekitar luka.)- Jika pendarahan masih berlanjut, lapisi lagi dengan trauma dressing yang baru.



    2.2.1 ElevationJika memungkinkan, angkat bagian luka ke atas jantung jika memungkinkan. (Misalnya dia luka tembak di bagian lengan, ya kamu di haruskan untuk mengangkat lengan yang luka tersebut ke atas dan melewati jantung.)



    2.2.1 Arterial PressureBeri tekanan dengan menutup aliran darah di bagian artery/pembuluh darah tertentu. (Tergantung letak lukanya.)



    2.2.1 TourniquetJika pendarahan masih berlanjut di bagian luka, pakaikan Tourniquet di atas bagian luka tersebut.



    2.2.1 HospitalJika semua prosedur sudah dilakukan, baik DR CAB maupun DEATH, segera larikan pasien ke rumah sakit. (Pekerjaan Paramedik)

Spoiler:
 

[divbox=orange][size=150]3. Bantuan Pernafasan (Oksigen)[/size][/divbox]

    3.1.1 Simple Face MaskSimple Face Mask adalah sebuah alat bantu pernafasan yang terbuat dari bahan plastik yang mampu mengantarkan oksigen baik melalui mulut dan hidung. Alat ini tersambung dengan sebuah Canister atau tabung oksigen kecil yang di hubungkan oleh kabel yang berada di bagian bawahnya. Dan juga alat bantu pernafasan ini mempunyai pengait yang di kaitkan ke belakang kepala dan atas telinga agar lebih aman dan nyaman di pakai. Oksigen yang di hantarkan melalui Oxygen Outlet atau Canister ini adalah sekitar 10-15 L/min.

Quote :
*Jack Stracci mengambil Simple Face Mask dan Oxygen Outlet dari kotak BLS, meletakkannya di sampingnya.
*Jack Stracci memasangkan Simple Face Mask ke mulut dan hidung pasien, mengamankannya dengan memasangkan pengait di belakang kepala pasien.
*Jack Stracci menyambungkan kabel Simple Face Mask ke Canister, memutar katupnya ke arah 12 L/min.
*Oksigen akan membantu pasien untuk bernafas normal. (( Jack Stracci ))

[divbox=orange][size=150]4. Cardiac Support[/size][/divbox]
Cardiac Arrest adalah hilangnya fungsi jantung secara mendadak untuk mempertahankan sirkulasi normal darah untuk memberi kebutuhan oksigen ke otak dan organ vital lainnya akibat kegagalan jantung untuk berkontraksi secara
efektif dan Cardiac Arrest juga dapat di temukan jika korban pingsan. Lebih simpelnya jika pasien memiliki denyut jantung di bawah normal di bawah 10 maka CPR dan BVM sangat di wajibkan untuk di jalankan.


    3.1.1 Cardiopulmonary Resuscitation (CPR)CPR di gunakan dalam rangka untuk merangsang pacu jantung jika di saat sudah tidak ada detak atau detak jantung sudah di bawah 10 kali per menit. Tekhnik menjalankan CPR: - Pastikan korban sama sekali tidak responsive (pingsan).- Periksa denyut nadi yang berada di carotid artery.- Pasangkan Bag Valve Mask ke mulut dan hidung pasien.- Jika tidak ada denyut nadi, segera letakkan kedua telapak tangan kamu di atas sternum/dada pasien, lakukan 30 dorongan/tekanan per menit.- Periksa kerongkongan/tenggorokan pasien, periksa apa bila ada halangan.- Tekan dua kali kantung angin yang berada di Bag Valve Mask untuk menyalurkan udara. - Periksa lagi denyut nadinya, apakah sudah ada denyut nadi kembali di carotid/radial artery pasien.

Spoiler:
 

Note: Jika pasien kembali bernafas, berarti detak jantung pun otomatis kembali. Jika tidak ada respon dari jantung maupun pernafasan segera panggil LS-MD untuk membantu kamu melakukan CPR dengan AED atau Automated External Defribillator. (AED hanya ada di dalam ambulance dan tidak untuk dibawa2 di dalam BLS kit)

[divbox=orange][size=150]5. Patah Tulang[/size][/divbox]
Ada dua jenis patah tulang, patah tulang terbuka dan tertutup. Patah tulang terbuka adalah dimana patahan tulang tersebut keluar dan menembus kulit, sedangkan patah tulang tertutup adalah patah tulang yang terjadi di dalam kulit. Patah tulang biasanya di ikuti oleh rasa sakit yang luar biasa dan sedang dan juga di ikuti oleh kejangnya otot. Patah tulang biasanya di sebabkan oleh benturan yang sangat keras.

Tertutup/Closed/Simple Fracture : Patah tulang yang terjadi di dalam kulit.
Terbuka/Open/Compound Fracture : Patah tulang yang terjadi sampai menembus keluar kulit.
Spoiler:
 


    5.1.1 Triangular BandageJika kamu merasakan ada tulang yang patah di bagian lengan, maka di wajibkan untuk kamu menggunakan Triangular Bandage. Triangular Bandage di gunakan untuk mencegah cedera lebih lanjut pada lengan yang patah. Cara memakai Triangular Bandage adalah dengan mengaitkan ujung satu ke belakang leher dan ujung satu lagi ke bawah lengan yang patah secara DIAGONAL. Jika tulang patah terbuka/compound, segera lakukan D.E.A.T.H lalu pasangkan Triangular Bandage, alat ini terdapat di dalam BLS kit anda.Cara memakai Triangular Bandage:- Genggam lengan pasien dan tahan dalam posisi diagonal ' _| atau |_ '.- Pasangkan Triangular Bandage ke bawah lengan dan belakang leher.- Ikat kedua ujung Triangular Bandage di belakang leher pasien.



    5.1.1 Cervical CollarJika kamu telah mendapati pasien patah di bagian leher atau tulang belakang (Kebanyakan dari kecelakaan kendaraan bermotor), maka jangan pernah sekalipun kamu memindahkan pasien ke manapun. Pasangkan dulu Cervical Collar (C-Collar) ke leher pasien dengan cara:- Lebarkan sedikit C-Collar dengan menarik bagian depan dan belakang ke leher pasien.- Kaitkan plastik dari C-Collar agar pas dengan leher pasien.


[divbox=orange][size=150]6. Peralatan[/size][/divbox]
BLS kit sudah di sediakan oleh LSPD dan SASD di dalam bagasi cruiser (marked/unmarked) masing-masing dan WAJIB di gunakan setiap kali dibutuhkan.

[divbox=orange]Berikut ini adalah peralatan yang ada di dalam kotak BLS.
[size=85]BLS kit[/size]
Spoiler:
 

[size=85]Trauma Dressing[/size]
Spoiler:
 

[size=85]Tourniquet[/size]
Spoiler:
 

[size=85]Simple Face Mask[/size]
Spoiler:
 

[size=85]QuikClot Gauze Pad[/size]
Spoiler:
 

[size=85]Bag Valve Mask[/size]
Spoiler:
 

[size=85]Triangular Bandage[/size]
Spoiler:
 

[size=85]Cervical Collar[/size]
Spoiler:
 

- Flashlight
- Alcohol Prep Pads
- Bandages
- Trauma Scissor
- Nitrile Gloves
- Ice Cold Packs
- Disposable Foam Blankets[/divbox]

NOTE: BLS kit ini HANYA di gunakan oleh PD/SD (karna yang lengkap hanya di jalankan oleh BLS, ILS & ALS certified e.g: LS-MD), jadi sengaja tidak saya cantumkan dengan lengkap seluruh perlengkapan dan tekhniknya. Dan juga BLS guide ini belum 100% sempurna dan masih akan ada perombakan sewaktu-waktu.



Jack Stracci, M.D.


Credits :
Seito Okazaki - Writer
Permiaz Rodiguez - Posted the EMS Handbook


copyright©Coke
Back to top Go down
View user profile
 
Volunteer Handbook
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» HANDBOOK ! Please BACA
» User Guide and Handbook - A must Read.
» Beyonder (Cosmic Cube) Secret Wars Official Guide To The Marvel Multiverse Handbook
» Pre-Official Handbook Cosmic Cube Beyonder

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Los Santos Medical Departement. :: Medic Recruitment. :: Application-
Jump to: